Tangki air yang awalnya bersih bisa berubah hijau dan licin setelah beberapa waktu. Lalu, bagaimana tangki jadi berlumut meski selalu terisi air? Pada dasarnya, cahaya, kelembapan, suhu, dan kotoran dapat mendukung pertumbuhan alga atau lumut. Karena itu, pemilik rumah perlu memahami penyebabnya sebelum memilih cara perawatan yang tepat.
Bagaimana Tangki Bisa Jadi Berlumut

Untuk memahami bagaimana tangki jadi berlumut, perhatikan beberapa kondisi yang sering muncul pada tempat penyimpanan air berikut. Faktor tersebut dapat muncul secara bersamaan dan mempercepat pertumbuhan lumut.
1. Cahaya Matahari Masuk ke Dalam Tangki
Pertama, cahaya menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan alga dalam tangki air. Selain itu, tangki dengan dinding yang mudah ditembus cahaya lebih rentan mengalami masalah tersebut. Cahaya menyediakan energi bagi alga untuk melakukan fotosintesis. Karena itu, posisi tangki dan kemampuan material menahan cahaya perlu mendapat perhatian.
2. Tangki Berada di Tempat Terbuka
Selanjutnya, posisi tangki yang terkena matahari sepanjang hari dapat mempercepat pertumbuhan lumut. Selain itu, panas dari lingkungan dapat meningkatkan suhu air dan permukaan tangki. Kondisi hangat dan lembap kemudian menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
3. Penutup Tangki Tidak Rapat
Berikutnya, celah pada penutup dapat membuat debu, daun, serangga, dan kotoran masuk. Selain itu, cahaya dari celah tersebut dapat mencapai permukaan air. Kotoran yang masuk juga dapat menambah bahan organik dalam tangki. Karena itu, pastikan penutup selalu terpasang rapat setelah pengisian atau pemeriksaan.
4. Tangki Jarang Dibersihkan
Kemudian, endapan pasir, lumpur, dan kotoran dapat menumpuk pada bagian dasar tangki. Selain itu, lapisan kotoran dapat menjadi tempat menempel alga pada dinding. Jika pemilik rumah jarang membersihkan tangki, lapisan tersebut akan semakin sulit terangkat. Karena itu, pemeriksaan dan pembersihan berkala tetap diperlukan.
5. Kualitas Air Kurang Baik
Selain kondisi tangki, kualitas air juga dapat memengaruhi pertumbuhan lumut. Air dari sumber tertentu dapat membawa partikel organik, mineral, atau kotoran. Selanjutnya, material tersebut dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme ketika kondisi lingkungan mendukung. Karena itu, kualitas air masuk perlu diperhatikan, terutama pada sumber air sumur.
6. Air Terlalu Lama Tersimpan
Terakhir, penggunaan air yang sangat rendah dapat membuat air lebih lama tersimpan. Selain itu, endapan memiliki lebih banyak waktu untuk terkumpul pada dasar tangki. Kondisi tersebut dapat memperbesar risiko munculnya lapisan kotoran dan alga. Karena itu, penggunaan air secara rutin tetap membantu menjaga kondisi penyimpanan.
Tips Mencegah Tangki Air Berlumut

Setelah memahami bagaimana tangki jadi berlumut, langkah berikutnya adalah mencegah penyebab tersebut. Berikut beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan untuk menjaga kebersihan tangki air.
1. Kurangi Paparan Cahaya Matahari
Pertama, pilih lokasi tangki yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Selain itu, gunakan pelindung apabila lokasi tangki tidak memungkinkan untuk dipindahkan. Langkah tersebut dapat mengurangi cahaya yang masuk ke area penyimpanan air.
2. Pastikan Penutup Selalu Rapat
Selanjutnya, periksa kondisi penutup secara rutin untuk memastikan tidak terdapat celah besar. Selain itu, pastikan penutup tetap terpasang setelah proses pengisian air. Cara ini membantu mengurangi masuknya debu, serangga, daun, dan cahaya dari luar.
3. Bersihkan Tangki Secara Berkala
Kemudian, buat jadwal pemeriksaan berdasarkan kondisi air dan lingkungan sekitar. Sebagai acuan, beberapa panduan perawatan menyarankan pembersihan setiap tiga sampai enam bulan. Namun, tangki dengan air yang cepat kotor mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih sering.
4. Periksa Kondisi Air Masuk
Selain itu, perhatikan perubahan warna, bau, dan jumlah endapan pada air masuk. Jika air membawa banyak kotoran, gunakan penyaringan yang sesuai sebelum air masuk tangki. Dengan begitu, jumlah material yang mengendap dalam tangki dapat berkurang.
5. Pilih Material Tangki yang Tepat
Berikutnya, perhatikan material dan desain tangki saat membeli produk baru. Tangki dengan perlindungan terhadap cahaya dapat membantu mengurangi kondisi yang mendukung pertumbuhan alga. Namun, perlindungan tersebut tetap perlu disertai kebersihan dan perawatan rutin.
Baca Juga: Penyebab Endapan Kotoran Dalam Tangki
Cara Membersihkan Tangki Air yang Berlumut

Jika lumut sudah muncul, pemilik rumah perlu membersihkan tangki secara menyeluruh. Berikut langkah praktis untuk memahami bagaimana tangki jadi berlumut sekaligus mengatasi masalah tersebut dengan aman.
1. Matikan Aliran Air
Pertama, hentikan aliran air menuju tangki sebelum proses pembersihan. Selain itu, matikan pompa jika sistem menggunakan pompa listrik. Langkah tersebut membantu mencegah air terus masuk selama proses pengurasan.
2. Kuras Air Sampai Habis
Selanjutnya, keluarkan seluruh air dari dalam tangki melalui saluran pembuangan. Setelah itu, buka penutup agar bagian dalam mendapat akses yang cukup. Pastikan tidak ada genangan besar sebelum proses pembersihan dimulai.
3. Bersihkan Lumut pada Dinding
Kemudian, gunakan spons atau kain yang sesuai dengan material tangki. Gosok dinding secara menyeluruh, terutama pada area yang memiliki lapisan hijau atau licin. Selain itu, gunakan alat bergagang untuk menjangkau bagian yang sulit.
4. Gunakan Pembersih yang Sesuai
Berikutnya, gunakan bahan pembersih yang sesuai dengan petunjuk material tangki. Beberapa panduan menggunakan sabun food-grade untuk membantu mengangkat kotoran. Namun, hindari bahan yang dapat merusak permukaan atau meninggalkan residu.
5. Bilas Sampai Tidak Ada Residu
Setelah proses penyikatan selesai, bilas seluruh bagian tangki menggunakan air bersih. Selain itu, ulangi pembilasan sampai tidak ada sisa kotoran atau bahan pembersih. Langkah ini penting agar air baru tidak tercampur residu pembersih.
6. Periksa Sebelum Mengisi Kembali
Terakhir, periksa dinding, dasar, penutup, dan saluran tangki sebelum mengisinya kembali. Jika masih terdapat lumut, lakukan pembersihan ulang pada bagian tersebut. Setelah semuanya bersih, tangki dapat kembali menampung air.
Merasa kesulitan membersihkan tangki air sendiri? Serahkan pada Jasa Bersih Tangki Air profesional. Segera hubungi melalui tombol dibawah ini!
Kesimpulan
Jadi, pertanyaan bagaimana tangki jadi berlumut dapat dijelaskan melalui kombinasi cahaya, kelembapan, kotoran, dan kualitas air. Selain itu, tangki yang jarang dibersihkan lebih mudah mengalami penumpukan lumut. Karena itu, pemilik rumah perlu mengurangi paparan cahaya dan menjaga penutup tetap rapat. Selanjutnya, pemeriksaan serta pembersihan berkala membantu mempertahankan kebersihan tangki. Dengan perawatan tersebut, risiko tangki berlumut dapat berkurang dan kualitas air tetap terjaga.

