Jasa Bersih Tangki Air

Mengapa Tangki Cepat Kotor dan Berlumut_

Mengapa Tangki Cepat Kotor dan Berlumut?

Pernahkah kamu mendapati air di rumah tiba-tiba berubah warna atau berbau tak sedap? Jika iya, bisa jadi penyebab utamanya berasal dari tangki air yang kotor dan berlumut. Banyak orang tidak menyadari bahwa kebersihan tangki air berpengaruh besar terhadap kualitas air yang digunakan setiap hari.

Tangki air, baik yang terbuat dari plastik maupun beton, berfungsi sebagai tempat penampungan air bersih. Namun, tanpa perawatan yang tepat, tangki bisa menjadi sarang bakteri, lumut, dan endapan kotoran. Karena itu, memahami mengapa tangki cepat kotor dan bagaimana cara mencegahnya sangat penting agar air yang digunakan tetap sehat dan aman.

Mengapa Tangki Cepat Kotor?

mengapa tangki cepat kotor

Ada beberapa alasan mengapa tangki cepat kotor meski terlihat tertutup rapat. Salah satunya adalah karena udara lembap dan minim sirkulasi di dalam tangki menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan lumut. Selain itu, masuknya debu atau kotoran dari udara luar juga bisa mempercepat tangki menjadi kotor.

Sumber air yang digunakan juga berpengaruh besar. Jika air berasal dari sumur atau sumber yang tidak difilter, kandungan mineral dan sedimen dapat mengendap di dasar tangki. Endapan ini lama-kelamaan akan menumpuk dan membuat air tampak keruh.

Selain itu, tangki yang terkena paparan sinar matahari langsung lebih cepat ditumbuhi lumut. Hal ini terjadi karena cahaya dan suhu hangat menjadi kondisi ideal bagi alga dan mikroorganisme tumbuh. Maka dari itu, sangat disarankan untuk menempatkan tangki di tempat teduh agar kebersihan air tetap terjaga.

Dampak Tangki Kotor bagi Kesehatan dan Peralatan Rumah Tangga

Air dari tangki yang kotor tentu tidak aman digunakan. Jika dikonsumsi, air tersebut bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi kulit, alergi, hingga gangguan pencernaan. Bahkan, dalam beberapa kasus, air yang terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan penyakit serius seperti tifus atau diare.

Selain berdampak pada kesehatan, tangki air yang kotor juga bisa merusak peralatan rumah tangga. Misalnya, mesin cuci, pemanas air, dan shower dapat tersumbat oleh endapan atau kerak yang terbawa dari tangki. Akibatnya, peralatan menjadi cepat rusak dan tidak berfungsi dengan baik.

Selain itu, pipa air yang mengalir dari tangki ke rumah juga berisiko tertutup lumut atau kerak. Jika hal ini terjadi, tekanan air akan menurun dan aliran air menjadi tidak lancar. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tangki tidak hanya penting untuk kesehatan, tetapi juga demi keawetan peralatan di rumah.

Waktu Ideal untuk Membersihkan Tangki Air

Waktu Ideal untuk Membersihkan Tangki Air

Membersihkan tangki air tidak harus menunggu hingga air berubah warna atau berbau. Idealnya, tangki dibersihkan setiap 3 hingga 6 bulan sekali, tergantung dari sumber air dan kondisi lingkungan sekitar.

Jika rumah berada di area dengan kadar debu tinggi atau dekat dengan pepohonan, maka pembersihan sebaiknya dilakukan lebih sering. Lumut dan debu mudah masuk melalui celah kecil atau ventilasi tangki. Dengan pembersihan rutin, risiko pertumbuhan mikroorganisme bisa diminimalkan.

Sebelum dibersihkan, pastikan seluruh air dalam tangki dikosongkan terlebih dahulu. Gunakan sikat lembut untuk menggosok dinding tangki agar tidak merusak permukaannya. Setelah itu, bilas hingga bersih dan isi kembali dengan air yang baru. Langkah sederhana ini sangat efektif menjaga kualitas air agar tetap jernih dan sehat.

Cara Mencegah Tangki Cepat Kotor dan Berlumut

Cara Mencegah Tangki Cepat Kotor dan Berlumut

Agar air di rumah tetap bersih dan bebas bau, perawatan tangki air harus dilakukan secara rutin dan benar. Berikut beberapa cara mencegah tangki cepat kotor dan berlumut yang bisa kamu terapkan dengan mudah di rumah:

1. Tutup Tangki Air dengan Rapat

Menutup tangki secara rapat adalah langkah pertama yang wajib dilakukan. Penutup berfungsi mencegah debu, serangga, atau daun masuk ke dalam tangki. Selain itu, tutup yang rapat juga menghalangi sinar matahari langsung, yang menjadi pemicu utama pertumbuhan lumut dan alga di dinding tangki.

2. Tempatkan Tangki di Area yang Terlindungi dari Sinar Matahari

Sinar matahari yang mengenai tangki secara langsung membuat suhu air meningkat. Kondisi ini sangat ideal untuk pertumbuhan lumut. Jika memungkinkan, letakkan tangki di tempat teduh atau pasang pelindung seperti atap atau kanopi agar sinar matahari tidak mengenai tangki secara langsung.

3. Gunakan Filter Air pada Saluran Masuk

Filter air berfungsi menyaring kotoran, pasir, dan endapan sebelum air masuk ke tangki. Dengan begitu, partikel halus yang bisa menjadi penyebab air keruh tidak akan mengendap di dasar tangki. Selain menjaga kebersihan air, penggunaan filter juga membantu memperpanjang umur tangki dan sistem perpipaan rumah.

4. Pastikan Air dalam Tangki Bersirkulasi dengan Baik

Air yang tidak pernah diganti atau jarang digunakan akan menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi tempat berkembangnya bakteri. Karena itu, gunakan air secara teratur agar terjadi sirkulasi. Bila air jarang dipakai, lakukan pengurasan sebagian agar air tetap segar dan tidak mengendap terlalu lama.

5. Hindari Penggunaan Bahan Kimia Keras

Beberapa orang menggunakan cairan pembersih berbahan kimia untuk menghilangkan lumut, padahal residunya bisa mencemari air dan berisiko bagi kesehatan. Sebagai alternatif, gunakan bahan alami seperti cuka putih atau soda kue yang aman, ramah lingkungan, dan tetap efektif mengangkat kotoran.

6. Perhatikan Kondisi Tutup dan Ventilasi Tangki

Pastikan penutup tangki tidak retak dan ventilasinya tidak terlalu besar. Ventilasi yang terlalu terbuka bisa menjadi jalan masuk debu dan serangga. Kamu bisa menambahkan jaring halus pada ventilasi untuk menjaga sirkulasi udara tanpa membiarkan kotoran masuk.

7. Gunakan Tangki Berkualitas dan Tahan Lumut

Pilih tangki air yang memiliki bahan anti-lumut atau lapisan pelindung khusus. Tangki dengan kualitas baik biasanya mampu menahan panas dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme di permukaannya. Meskipun harganya sedikit lebih mahal, daya tahannya jauh lebih lama.

8. Jaga Area Sekitar Tangki Tetap Bersih

Lingkungan sekitar tangki juga memengaruhi kebersihan air. Hindari menempatkan tangki di dekat pepohonan rimbun atau area yang banyak debu. Pastikan juga tidak ada sampah atau genangan air di sekitar tangki yang bisa menjadi sumber kontaminasi.

9. Catat Jadwal Perawatan Tangki Air

Agar tidak lupa, buat jadwal khusus untuk mengecek dan membersihkan tangki air secara berkala. Perawatan rutin yang terencana akan mencegah kerusakan lebih parah dan menjaga kualitas air tetap higienis setiap saat.

Untuk membersihkan tangki air secara berkala dan mengecek apakah tangki sudah waktunya pembersihan atau belum dapat dilakukan dengan jangka waktu yang telah di catat sejak tangki dibersihkan di awal. Membersihkan tangki air dapat menggunakan jasa tangki air profesional untuk mendapatkan hasil yang maksimal, seperti bersih, aman dan tahan lama. Kami menyediakan jasa bersih tangki air untuk memberihkan tangki air anda, hanya perlu klik tombol di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Kesimpulan

Tangki air adalah bagian penting dari sistem air rumah tangga yang sering diabaikan kebersihannya. Melalui pemahaman tentang mengapa tangki cepat kotor, dampaknya bagi kesehatan, dan cara pencegahannya, kamu bisa menjaga kualitas air agar tetap bersih dan aman.

Membersihkan tangki secara rutin dan melakukan perawatan sederhana bisa membuat tangki lebih awet dan air yang digunakan selalu layak pakai. Ingat, air bersih bukan hanya soal kebersihan rumah, tetapi juga tentang menjaga kesehatan keluarga.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top